Sapi Berkaki Lima


Sapi Berkaki Lima Tarik Perhatian Warga
Puluhan warga dari dalam dan luar Jombang sudah tiga hari antusias melihat
Sapi kaki lima (Bambang Sujarwanto | Surabaya Post)

SURABAYA POST — Wujud (70), pemilik sapi aneh ini belum berniat menjual sapinya dalam kondisi masih kecil (pedet). “Sampai sekarang saya belum ada niat sedikit pun menjual pedet saya itu. Biar pedet ini akan saya pelihara dulu sampai besar dulu. Soal nanti dijual atau tidak, kita tunggu nantilah,” kata Wujud ditemui di rumahnya, Senin 1 Maret 2010.

Menurut dia, saat dalam kandungan, tak ada kelainan yang ditunjukkan induknya yang baru dibeli empat bulan lalu. “Saat saya beli, sapi induk itu memang dalam kondisi hamil. Tapi, kondisi saat hamil biasa-biasa saja. Selang empat bulan, sapi itu melahirkan. Saat saya dan Wahid, anak saya, membersihkan lendir pada anak sapi yang baru lahir itu, saya terkejut, karena di bagian tengah antara kedua kaki depan muncul sebuah benda mirip kaki sapi juga. Setelah saya amati, ternyata benda itu benar-benar kaki sapi,” katanya.

Semakin tambah hari, kondisi kaki tambahan itu semakin panjang pula. Para tetangga lantas berduyun-duyun melihat sapi berkaki lima itu dan informasi adanya sapi aneh itu sangat cepat menyebar hingga ke luar Jombang.

Suripto (40), warga Krembangan Surabaya, pun datang ke Jombang hanya ingin melihat sapi berkaki lima itu. “Tujuan saya ke Jombang hanya satu, yaitu ingin melihat sendiri kondisi sapi itu. Dengan melihat sendiri membuat hatinya jauh lebih puas dibandingkan hanya melihat di media massa,” katanya, Minggu (28/2).

Sedangkan Wariyo (45) seorang pengusaha tembakau asal Pasuruan mengatakan, dia datang ke lokasi ini ingin melihat apakah sapi berkaki lima ini nantinya membawa nilai positif bagi dirinya atau tidak, jika dia beli.

“Makanya saya dan teman saya datang ke lokasi ini. Selain ingin melihat, saya juga menerawang ingin membeli sapi unik tadi. Saya sudah mencoba bertanya kepada pemiliknya, apakah sapinya akan dijual atau tidak. Pemilik sapi mengatakan belum ada niat menjual sapinya yang unik tadi, karena dia akan memelihara dulu sampai sapi itu besar,” katanya.

Agus (35), warga Kertosono mengatakan, dia datang untuk menuruti kemauan dua anaknya yang tahu informasi itu setelah membaca koran tentang keunikan sapi berkaki lima ini. “Kalau tidak saya turuti, saya takut mereka pergi sendiri dengan teman-temannya naik sepeda pancal. Kalau sampai begitu, saya takut risiko di jalan karena saya tidak bisa mengawasi mereka,” katanya.

Pemerhati Peternakan, drh Hendra Sulistyo Msi, tidak terkejut dengan keunikan sapi itu. Itu bukan hal baru dalam dunia kedokteran hewan. “Dari 1000 sapi yang lahir, biasanya akan muncul satu sapi yang lahir dengan kondisi kelainan. Kelainan seperti ini dikatakan kelainan patologi. Salah satunya, bisa disebabkan dampak dari penggunaan obat antibiotik yang tidak rasional saat induk sapi sedang hamil,” katanya. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: